Miskin Perhatian Terhadap Nakes, Hipermakes Cabang Majene Soroti Bupati Majene Terkait Usulan Kebutuhan ASN 2024

Ketua Hipermakes Cabang Majene mengatakan pihaknya prihatin dengan langkah Bupati Majene yang dinilai Miskin Perhatian dan Cenderung Diskriminatif terhadap Tenaga Kesehatan sebagaimana tertuang dalam surat Nomor : 810/BKPSDM/229/I/2024 tentang Usul Kebutuhan ASN Pemkab. Majene Th. 2024 kepada MENPAN RB.

“Kami sangat prihatin membaca surat usulan Bupati Majene terkait formasi kebutuhan ASN Pemkab Majene yang ditujukan ke MENPAN RB. Dari 3 formasi usulan jabatan, Tenaga Guru 400, Tenaga Kesehatan mendapat 73 dan Tenaga Teknis 517, artinya apa Tenaga Kesehatan mendapat tidak cukup 25% dari 100% kebutuhan Tenaga Guru dan Tenaga Teknis,” Ujar Sapriadi, Sabtu (27/4).

“Bukankah perlakuan ini menjelaskan bahwa benar AST selaku Bupati Majene memang miskin perhatian dan cenderung diskriminatif terhadap Tenaga Kesehatan?,” tambahnya.

Tidak itu saja, Adi kerap ia disapa juga meragukan proses penyusunan formasi kebutuhan ASN Pemkab. Majene tahun 2024 tidak berdasarkan apa yang menjadi kebutuhan di dua Rumah Sakit maupun 11 (sebelas) Puskesmas milik Pemerintah Kabupaten dan sangat tidak bijak selaku kepala daerah dalam mengambil kebijakan.

”Kami meyakini bahwa Bupati Majene dalam menyusun formasi kebutuhan Tenaga Kesehatan tidak selaras dengan kebutuhan di semua Fasyankes milik Pemkab. Langkah seperti ini perlu political will sehingga tidak menimbulkan gejolak di Fasyankes. Sebab setiap Tenaga Kesehatan juga wajib dipastikan mendapatkan hak yang layak dan setara,” timpalnya.

Menurutnya Hipermakes Cabang Majene akan mengajak dan menggalang semua elemen bangsa untuk merespon langkah Bupati Majene yang dinilai terkena penyakit besar kepala dan amnesia.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan konsolidasi baik internal maupun eksternal merespon langkah Bupati Majene ini. Kami hanya mau mengingatkan kembali bahwa pandemi Covid 19 banyak mengajarkan pelajaran bermakna. Salah satunya ya Tenaga Kesehatan merupakan garda terdepan melawan covid 19 yang dimana tidak sedikit menjadi korban jiwa,” Tegasnya.

“Cukup Kesejahteraan Tenaga Kesehatan saja yang diabaikan pak Bupati. Tapi tolong diingat Jasa mereka sangat luar biasa,” Pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *