Briptu Renita, Anggota Polri yang Raih Penghargaan dari PBB

​​​​​​​Seorang Polisi Wanita (Polwan) bernama Briptu Renita Rismayanti, anggota Kepolisian Republik Indonesia (RI) berhasil meraih penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena telah membantu membuat konsep dan mengembangkan basis data kriminal yang memungkinkan Polisi PBB memetakan serta menganalisis titik-titik rawan kejahatan dan kekacauan.

Kepala Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri Irjen Pol Krishna Murti mengatakan, Birptu Renita merupakan sosok Polwan teladan yang bertugas sebagai Petugas Basis Data di Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA) telah membantu pasukan keamanan negara untuk merencanakan operasi mereka dengan lebih baik dalam mendukung kelompok masyarakat lokal masing-masing.

“Termasuk perempuan dan anak perempuan yang paling terkena dampak kejahatan seksual dan bentuk kekerasan jender lainnya,” ucap Krishna Murti melalui keterangan resminya Rabu (15/11/2023).

 

 

Briptu Renita.

Ia juga menyampaikan, dalam upaya meningkatkan kesetaraan jender, sebanyak 10 ribu Polisi PBB diberi wewenang untuk bertugas di 16 operasi perdamaian PBB. Mereka bekerja untuk  meningkatkan perdamaian dan keamanan internasional dengan mendukung negara tuan rumah dalam konflik, pasca konflik, dan situasi krisis lainnya.

“Partisipasi perempuan dalam Kepolisian Perserikatan Bangsa-Bangsa telah meningkat dua kali lipat sejak tahun 2015. Hingga saat ini, Kepolisian Perserikatan Bangsa-Bangsa telah melampaui semua target tahun 2023 yang ditetapkan dalam Strategi Kesetaraan Jender Terseragam Departemen ini,” ujarnya.

Dan dalam dua dari empat kategori personel, lanjutnya, Kepolisian PBB telah melampaui target tahun 2028. Pada September 2023, petugas polisi wanita merupakan 43,1 persen dari petugas profesional yang dikontrak di Markas Besar PBB, 24,6 persen dari petugas profesional yang dikontrak di lapangan, 31,8 persen dari petugas polisi individu dan 15,6 persen anggota Satuan Polisi Terbentuk. Perempuan juga menempati enam dari 13 posisi (yaitu, 46,2 persen) sebagai kepala atau wakil kepala komponen Kepolisian PBB dalam misi lapangan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like